Senin, 14 Juli 2014

Kreasi Berani Angkut Jagung

Kreasi berani aman angkut Jagung, 
Gambar diambil di jalan Solo-Boyolali 13 Juli 2014 jam: 7:15 dengan digital kamera Pentax Optio S55 dibantu dengan lampu biltz..
Hanya dengan menyusun jagung-jagung sedemikian rupa dibagian pinggir belakang dan kedua sisi kanan kirinya sampai ketinggian +/- 1m diisi penuh rata semua dengan bak kendaraan dan ditambah diletakkannya 4-buah keranjang besar penuh jagung diatas tumpukan jagung pada bak kendaraan.
Yang tampak susunan jagung pada bak kendaraan kokok dan aman serta menarik dipandang mata.



Ekspresi Pemain Bola Piala Dunia 2014


Usai sudah perhelatan besar Piala Dunia 2014 di Maracana Stadium Rio de Janeiro - Brasil, 13 Juli 2014 
Pada akhirnya haruslah muncul juara dan Jerman yang memperoleh Juara Piala Dunia 2014, sedang Argentina menduduki Juara Ke2 dan Belanda Juara Ke3 sedangkan Barsil yang menjadi tempat penyelenggara Piala Dunia tidak mendapat Juara.
Berikut ekspresi wajah dan gerak para pemain baik yang kalah maupun yang menang pada laga Final Piala Dunia 2014 
Berikut ekspresi wajah para pemain baik yang kalah maupun yang menang pada laga Final Piala Dunia 2014
Argentina's goalkeeper Romero reacts to his team's loss to Germany at the end of their 2014 World Cup final at the Maracana stadium in Rio de Janeiro
Argentina's goalkeeper Sergio Romero reacts to his team's loss to Germany at the end of their 2014 World Cup final at the Maracana stadium in Rio de Janeiro July 13, 2014. REUTERS/Kai Pfaffenbach (BRAZIL - Tags: SOCCER SPORT WORLD CUP TPX IMAGES OF THE DAY)
Germany's coach Joachim Loew hugs Argentina's Lionel Messi after the 2014 World Cup final between Germany and Argentina at the Maracana stadium
Germany's coach Joachim Loew hugs Argentina's Lionel Messi after the 2014 World Cup final between Germany and Argentina at the Maracana stadium in Rio de Janeiro July 13, 2014. REUTERS/Michael Dalder (BRAZIL - Tags: TPX IMAGES OF THE DAY SOCCER SPORT WORLD CUP)
Argentina's Sergio Aguero sits on the pitch at the end of the World Cup final soccer match between Germany and Argentina at the Maracana Stadium in Rio de Janeiro, Brazil, Sunday, July 13, 2014. Mario
Argentina's Sergio Aguero sits on the pitch at the end of the World Cup final soccer match between Germany and Argentina at the Maracana Stadium in Rio de Janeiro, Brazil, Sunday, July 13, 2014. Mario Goetze volleyed in the winning goal in extra time to give Germany its fourth World Cup title with a 1-0 victory over Argentina on Sunday. (AP Photo/Fabrizio Bensch, Pool)
Argentina's coach Sabella stands between his players after their loss to Germany in their 2014 World Cup final at the Maracana stadium in Rio de Janeiro
Argentina's coach Alejandro Sabella stands between his players after their loss to Germany in their 2014 World Cup final at the Maracana stadium in Rio de Janeiro July 13, 2014. REUTERS/Leonhard Foeger (BRAZIL - Tags: WORLD CUP SPORT SOCCER)
Argentina's head coach Alejandro Sabella stands with Javier Mascherano (14) after the World Cup final soccer match between Germany and Argentina at the Maracana Stadium in Rio de Janeiro, Brazil, Sund
Argentina's head coach Alejandro Sabella stands with Javier Mascherano (14) after the World Cup final soccer match between Germany and Argentina at the Maracana Stadium in Rio de Janeiro, Brazil, Sunday, July 13, 2014. Germany won the match 1-0. (AP Photo/Matthias Schrader)
Argentina's Lionel Messi goes to get his runner-up medal after the World Cup final soccer match between Germany and Argentina at the Maracana Stadium in Rio de Janeiro, Brazil, Sunday, July 13, 2014.
Argentina's Lionel Messi goes to get his runner-up medal after the World Cup final soccer match between Germany and Argentina at the Maracana Stadium in Rio de Janeiro, Brazil, Sunday, July 13, 2014. Germany won the match 1-0 (AP Photo/Matthias Schrader)
Messi wins award as best player at World Cup
Argentina's Lionel Messi walks up the tribune to collect the second place trophy after the World Cup final soccer match between Germany and Argentina at the Maracana Stadium in Rio de Janeiro, Brazil, Sunday, July 13, 2014. Germany won 1-0. Germany won 1-0.(AP Photo/Hassan Ammar)
Germany's goalkeeper Manuel Neuer, recipient of the Golden Glove trophy, stands next to Argentina's Lionel Messi after he receive the Golden Ball trophy following Germany's 1-0 victory over Argentina
Germany's goalkeeper Manuel Neuer, recipient of the Golden Glove trophy, stands next to Argentina's Lionel Messi after he receive the Golden Ball trophy following Germany's 1-0 victory over Argentina after the World Cup final soccer match between Germany and Argentina at the Maracana Stadium in Rio de Janeiro, Brazil, Sunday, July 13, 2014. (AP Photo/Natacha Pisarenko)
Argentina's Javier Mascherano collects the second place trophy from Fifa's President Sepp Blatter after the World Cup final soccer match between Germany and Argentina at the Maracana Stadium in Rio de
Argentina's Javier Mascherano collects the second place trophy from Fifa's President Sepp Blatter after the World Cup final soccer match between Germany and Argentina at the Maracana Stadium in Rio de Janeiro, Brazil, Sunday, July 13, 2014. Germany won 1-0.(AP Photo/Hassan Ammar)
Argentina's Javier Mascherano reacts as German players celebrate scoring the opening goal during the World Cup final soccer match between Germany and Argentina at the Maracana Stadium in Rio de Janeir
Argentina's Javier Mascherano reacts as German players celebrate scoring the opening goal during the World Cup final soccer match between Germany and Argentina at the Maracana Stadium in Rio de Janeiro, Brazil, Sunday, July 13, 2014. Germany won 1-0 to win the World Cup. (AP Photo/Victor R. Caivano)

German Chancellor Angela Merkel shakes hands with Argentina's Pablo Zabaleta after the World Cup final soccer match between Germany and Argentina at the Maracana Stadium in Rio de Janeiro, Brazil, Sun
German Chancellor Angela Merkel shakes hands with Argentina's Pablo Zabaleta after the World Cup final soccer match between Germany and Argentina at the Maracana Stadium in Rio de Janeiro, Brazil, Sunday, July 13, 2014. Mario Goetze volleyed in the winning goal in extra time to give Germany its fourth World Cup title with a 1-0 victory over Argentina on Sunday. (AP Photo/Francois Xavier Marit, Pool)

Argentine players react after the World Cup final soccer match between Germany and Argentina at the Maracana Stadium in Rio de Janeiro, Brazil, Sunday, July 13, 2014. Mario Goetze volleyed in the winn
Argentine players react after the World Cup final soccer match between Germany and Argentina at the Maracana Stadium in Rio de Janeiro, Brazil, Sunday, July 13, 2014. Mario Goetze volleyed in the winning goal in extra time to give Germany its fourth World Cup title with a 1-0 victory over Argentina on Sunday. (AP Photo/Fabrizio Bensch, Pool)



Minggu, 13 Juli 2014

Daftar Lembaga Survey


Lembaga Survey Sudah Daftar Ke KPU
Lembaga Survey Sudah Daftar Ke KPU
Ketua KPU : Husni Kamil Manik



Jakarta, PEMILU.com – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik mengatakan, hingga saat ini sudah ada 11 lembaga survei yang mendaftarkan ke KPU. KPU juga sudah membicarakan mengenai persyaratan administratif yang harus disertakan lembaga survei ketika mendaftar ke KPU.
“Mereka sedang menyiapkan berkas-berkas yang diperlukan. Karena hanya mendaftar, bukan diakreditasi, tentunya akan jauh lebih mudah urusannya,” kata Husni, di Jakarta, Kamis (13/2).
Kesebelas lembaga survei tersebut adalah:
  1. PT Lingkaran Survei Kebijakan Publik, 
  2. PT Citra Komunikasi LSI,
  3. PT Konsultan Citra Indonesia,
  4. PT Media Survei Nasional,
  5. PT Citra Publik Indonesia dan 
  6. PT Indikator Politik Indonesia.
  7. PT Data LSI (Lembaga Survei Indonesia),
  8. PT Lingkaran Survei Indonesia,
  9. PT Roy Morgan Research,
  10. Lembaga Jaringan Isu Publik serta PT Cyrus Nusantara.
Husni menjelaskan, lembaga survei yang terhimpun dalam organisasi tertentu akan dikelola oleh organisasi tersebut untuk didaftarkan ke KPU. “Bagi yang tidak, tentu akan mendaftar sendiri-sendiri. Tetapi yang sudah terhimpun dalam organisasi sepertinya mereka sedang aistensi,” kata Husni.
Sementara itu, Komisioner KPU Sigit Pamungkas menambahkan, pendaftaran lembaga survei ke KPU berdasarkan  Peraturan KPU Nomor 23 Tahun 2013 tentang Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pemilu. “Ini perintah undang-undang yang memerintahkan lembaga survei untuk mendaftar ke KPU.  Ketika lembaga survei diakui KPU, maka publik akan percaya kepada lembaga itu dan mendapatkan perlindungan hukum,” terang Sigit.
Lembaga survei wajib mendaftarkan ke KPU selambat-lambatnya 30 hari sebelum hari pemungutan suara. Dalam PKPU Nomor 23 Tahun 2013 tersebut juga diatur mengenai larangan pengumuman hasil survei selama masa tenang dan hasil hitung cepat selama dua jam setelah tempat pemungutan suara (TPS) ditutup.
  • Bagi lembaga survei yang melakukan rilis pada masa tenang dan tidak menyatakan bahwa ‘hasil survei bukan hasil resmi dari KPU’, terang Sigit, akan dipidana penjara paling lama satu tahun enam bulan dan denda sebesar Rp18 juta. 
  • Sementara lembaga survei yang mengumumkan hasil penghitungan cepat kurang dari dua jam setelah pemungutan suara ditutup, akan dikenai sanksi pidana penjara selama satu tahun enam bulan.

Salah Satu Sifat Prabowo Plin-Plan

Ini Pernyataan Prabowo Soal Jokowi yang Dianggap Plin-plan
TRIBUNNEWS.COM - Prabowo di satu sisi mengaku meminta pendukungnya tenang dan tidak memandang kubu Jokowi sebagai lawan. Namun di sisi lain, Prabowo justru memberi penilaian buruk atas Jokowi yang dipandangnya sebagai alat oligarki. 
Ini Pernyataan Prabowo Soal Jokowi yang Dianggap Plin-plan
Ini Pernyataan Prabowo Soal Jokowi yang Dianggap Plin-plan
Itulah pandangan Prabowo dalam wawancara dengan BBC yang dinilai inkonsisten.
Ya, Pernyataan calon presiden Prabowo Subianto saat sesi wawancara dengan media massa BBC (British Broadcasting Corporation) beberapa waktu lalu, dinilai sejumlah pengamat sebagai bentuk plin plan dirinya sekaligus menunjukkan sikap kontroversial.
Hasilnya pernyataan Prabowo tersebut dianggap menjadi kontraproduktif atas upaya para elite dan pemerintah dalam menciptakan ketenangan ditengah masyarakat, terutama para pendukung kedua pasangan capres-cawapres, paska pelaksanaan Pilpres 2014 yang kini tengah menunggu hasil penghitungan resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Hal itu dikatakan pengamat politik Firman Manan yang juga Dosen Ilmu Politik di Universitas Padjajaran, kepada wartawan, Sabtu (12/7/2014). "Pernyataannya sebagai bentuk inkonsistensi dan kontroversial. Hasilnya menjadi kontra produktif atas upaya mencipatakan ketenangan dan kedamaian di level akar rumput," kata Firman.
Firman menyatakan dalam wawancara dengan BBC itu, Prabowo disatu sisi mengaku meminta pendukungnya tenang dan tidak memandang kubu Jokowi sebagai lawan. Namun di sisi lain, kata Firman, Prabowo justru memberi penilaian buruk atas Jokowi yang dipandangnya sebagai alat oligarki. Prabowo juga menganggap sikap Jokowi yang kelihatan rendah hati hanyalah pura-pura belaka.
"Selain itu, penilaian terhadap lembaga survey sebagai lembaga komersial, partisan dan bagian dari desain besar yang memanipulasi persepsi, merupakan pernyataannya yang tidak berdasar, karena selama ini lembaga-lembaga survey tersebut, menunjukkan kinerja dan rekam jejak yang baik dari segi pertanggunjawaban, metodologi dan integritas dalam melakukan aktivitas survey dan hitung cepat," papar Firman.
Menurutnya, dari pernyataan prabowo itu juga menjustifikasi pandangan masyarakat bahwa ia memiliki ketidakmampuan dalam mengendalikan emosi saat mengelola dinamika politik pertarungan Pilpres.
Karenanya, kata Firman, Prabowo sebaiknya menahan diri dan konsisten dengan pernyataannya untuk menjaga ketenangan selama menunggu pengumuman hasil resmi Pilpres 2014. "Namun yang terjadi dalam sesi wawancara itu, justru menegaskan bahwa dirinya tak mampu mengendalikan emosi saat berada dalam lingkaran politik dan menjadi bentuk inkonsistensi dirinya," tutup Firman. (Budi Malau)


Rabu, 02 Juli 2014

Pertanyaan Rakyat Untuk Calon Pemimpin

MERDEKA.COM. Surat terbuka putri Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais, Tasniem Fauzia untuk Joko Widodo (Jokowi) mendapat banyak perhatian. Setelah Tasniem membuat surat terbuka itu, masyarakat banyak yang ikut menanggapi.

Setelah sebelumnya anak seorang petani bernama Achmad Room Fitrianto menjawab surat Tasniem, giliran Dian Paramita yang ikut menanggapi surat terbuka tersebut. Dian mengaku adik kelas Tasniem saat duduk di bangku SMP 5 Yogyakarta.

Saat itu Dian masih duduk di bangku kelas 1, dan Tasniem sudah kelas III. Pertemuan keduanya terjadi saat mengikuti ulangan umum. Keduanya duduk bersebelahan.

"Saya ingat betul, Mbak selalu meminjam pensil saya, lalu pulpen saya, lalu penghapus saya, kemudian Mbak berbisik, "sorry ya Dek, aku kere..." Saya tertawa senang mendengarnya. Karena saat itu Mbak Tasniem adalah anak dari Ketua MPR, Amien Rais," cerita Dian, Senin (30/6).

Dian mengaku sangat mengagumi sosok sederhana Tasniem. Meski anak pejabat, Tasniem tetap hidup sederhana. "Berulang kali saya ceritakan tentang sosok Mbak Tasniem yang saya kenal dan kagumi. Saya ceritakan ke ibu saya, ke teman-teman saya, ke siapapun jika sedang membicarakan anak pejabat. Karena Mbak berbeda dengan anak pejabat lainnya, saya bangga pernah mengenal Mbak Tasniem," kenangnya.

"Namun maaf Mbak, kekaguman saya buyar setelah membaca surat terbuka Mbak untuk Jokowi, 26 Juni 2014 lalu. Karena surat itu tidak seperti surat dari Mbak Tasniem yang saya kenal humble, sederhana, dan jujur. Jika saya berpikiran dangkal, tentu saja saya akan berfikir Mbak menulis itu karena Mbak adalah anak dari Amien Rais, pendukung Prabowo. Namun saya menahan diri untuk tidak berfikir seperti itu dulu".

Selengkapnya, berikut ini surat terbuka Dian kepada Tasniem:

Surat Terbuka untuk Tasniem Fauzia
June 30, 2014
Yang Terhormat Mbak Tasniem Fauzia,

yang dulu sangat saya kagumi sebagai kakak kelas di SMP 5 Yogyakarta.

Mungkin Mbak lupa siapa saya. Panggilan saya Mimit. Saat saya kelas 1 dan Mbak Tasniem kelas 3, kita mendapat kursi bersebelahan untuk mengikuti ulangan umum. Saya ingat betul, Mbak selalu meminjam pensil saya, lalu pulpen saya, lalu penghapus saya, kemudian Mbak berbisik, "sorry ya Dek, aku kere..." Saya tertawa senang mendengarnya. Karena saat itu Mbak Tasniem adalah anak dari Ketua MPR, Amien Rais.

Kita sering mengobrol saat ujian. Dari situ Mbak tau saya fans berat grup musik The Moffatts. Kita bercerita mengenai pengalaman kita nonton konser The Moffatts. Saya nonton yang di Jakarta, Mbak yang di Bandung. Beberapa hari kemudian, Mbak jauh-jauh jalan dari kelas Mbak untuk mendatangi kelas saya, lalu memberikan foto-foto The Moffatts yang Mbak jepret di Bandung. Saya senang sekali. Sampai sekarang foto itu saya simpan.

Setelah Mbak sudah SMA dan saya masih SMP, saya sempat bertemu dengan Mbak di sebuah toko buku. Saat itu Mbak memakai celana baggy hijau dan kaos band berwarna hitam. Mbak terlihat tomboy dan sederhana. Dengan senyum Mbak membalas sapaan saya. Saya yakin, di toko buku itu tak ada yang tau bahwa Mbak Tasniem adalah anak seorang Ketua MPR.

Berulang kali saya ceritakan tentang sosok Mbak Tasniem yang saya kenal dan kagumi. Saya ceritakan ke ibu saya, ke teman-teman saya, ke siapapun jika sedang membicarakan anak pejabat. Karena Mbak berbeda dengan anak pejabat lainnya, saya bangga pernah mengenal Mbak Tasniem.

Namun maaf Mbak, kekaguman saya buyar setelah membaca surat terbuka Mbak untuk Jokowi, 26 Juni 2014 lalu. Karena surat itu tidak seperti surat dari Mbak Tasniem yang saya kenal humble, sederhana, dan jujur. Jika saya berpikiran dangkal, tentu saja saya akan berfikir Mbak menulis itu karena Mbak adalah anak dari Amien Rais, pendukung Prabowo. Namun saya menahan diri untuk tidak berfikir seperti itu dulu.

Oleh karena itu, saya sungguh-sungguh ingin bertanya, apakah benar Mbak Tasniem yang menulis surat itu? Tanpa desakan atau pengaruh dari orang lain? Saya juga berharap Mbak menjawab dengan hati nurani yang paling dalam, jika benar Mbak menulis surat itu, apakah Mbak yakin surat itu baik untuk bangsa ini?

Saya yakin sulit bagi Mbak Tasniem untuk menjawabnya dengan hati nurani yang paling dalam jika di sekeliling Mbak Tasniem adalah pendukung Prabowo. Apalagi mereka adalah keluarga tercinta. Oleh karena itu ijinkan saya membantu Mbak untuk merenunginya dan menjawab beberapa pertanyaan Mbak untuk Jokowi yang saya rasa tidak tepat.

Sumpah Jabatan Jokowi

Pertanyaan Mbak mengenai Jokowi yang meninggalkan Jakarta bukan pertanyaan baru. Saya sudah sering mendengar pertanyaan template ini dari para pendukung Prabowo. Mengapa Jokowi melanggar sumpah jabatannya untuk menyelesaikan Jakarta dan justru mencalonkan diri sebagai presiden?

Sebelum menjawab terlalu jauh, ada yang harus diluruskan terlebih dahulu agar Mbak Tasniem maupun semua pembaca surat Mbak tidak salah mengerti apa isi sumpah jabatan. Berikut isi sumpah jabatan yang disebutkan Jokowi maupun Ahok di pelantikan mereka 2012 lalu.

Demi Allah saya bersumpah/saya berjanji.
Akan memenuhi kewajiban saya,
sebagai Gubernur/Wakil Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta,
dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya,
memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,
dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya,
dengan selurus-lurusnya,
serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa.
Semoga Tuhan menolong saya.
Agar lebih jelas, Mbak Tasniem bisa menonton video sumpah jabatan Jokowi-Ahok disini: Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI masa periode 2012-2017 .

Mendengarkan ulang pelantikan itulah yang membuat saya bertanya, apakah Mbak Tasniem betul-betul sudah membaca atau mendengar ulang isi pelantikan Jokowi dengan Ahok tersebut? Karena dalam pelantikan itu saya tidak menemukan satu katapun sumpah Jokowi harus menyelesaikan Jakarta hingga beres. Seperti yang sudah diatur, Jokowi mengucapkan ulang sumpah jabatan itu untuk menjadi Gubernur DKI yang baik, adil, lurus, sesuai UUD '45, UU, dan peraturan, untuk berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa. Lalu dimana letak Jokowi melanggar sumpah jabatan seperti kata Mbak Tasniem?

Kalaupun kita mengalah menggunakan logika Mbak Tasniem untuk menuntut sumpah Jokowi agar membereskan Jakarta, maka semua gubernur sebelum Jokowi juga harus kita tuntut. Mereka semua juga belum membereskan Jakarta. Mengapa hanya Jokowi saja yang dituntut? Toh Jakarta "tidak beres" bukan karena Jokowi. Justru seharusnya kita menuntut mereka yang membuat Jakarta sedemikian rupa buruknya.

Saya setuju Jakarta itu penting untuk segera diperbaiki. Tetapi Jakarta tidak serta merta hancur lebur jika ditinggalkan Jokowi. Jokowi memiliki wakil sehebat Ahok. Jokowi tahu itu. Ahok pun adalah sosok yang diunggulkan Prabowo. Maka jika Jokowi bisa mempercayakan Ahok untuk menggantikannya memimpin Jakarta, mengapa Prabowo sebagai pencalon Ahok tidak bisa percaya kepadanya? Mengapa Mbak Tasniem tidak bisa percaya kepada Ahok?

Mungkin Mbak Tasniem hanya sedikit tidak teliti membaca sumpah jabatan Jokowi. Saya pahami. Itu normal terjadi. Namun Mbak, dari tuntutan Mbak tersebut, yang paling menggelisahkan adalah seakan mengingatkan Jokowi untuk menyelesaikan Jakarta itu jauh lebih penting daripada mengingatkan Prabowo untuk menyelesaikan kasus penculikan 1998. Ada 23 orang diculik, 9 mengaku disiksa, 13 belum kembali, dan 1 mati ditembak. Beberapa korban yang kembali pernah bertemu korban yang masih hilang di markas Kopassus Cijantung. Sehingga Prabowo tidak serta merta terlepas dari keterkaitan kasus korban yang masih hilang.

Mungkin Mbak Tasniem tidak tau, bahwa kasus penculikan 1998 belum selesai. Prabowo belum dinyatakan bersalah atau tidak bersalah oleh pengadilan karena pengadilan untuk kasus ini tidak kunjung dilakukan. Sejak 1998, 3 lembaga negara antara lain Dewan Kehormatan Perwira (DKP), Tim Ad Hoc Komnas HAM, dan Tim Gabungan Pencari Fakta, sudah melakukan penyelidikan dan menemukan keterlibatan Prabowo dalam kasus penculikan 1998 tersebut. Dalam penyelidikannya, tahun 2005-2006 Tim Ad Hoc Komnas HAM memanggil Prabowo untuk bersaksi, namun ia mangkir tak pernah memenuhi panggilan. Tahun 2006, dibantu DPR, Komnas HAM mengajukan pengadilan kasus ini ke Jaksa Agung. Namun hingga detik ini, pengadilan kasus ini belum juga disetujui. Jadi sekali lagi, belum ada pengadilan untuk kasus ini. Maka belum ada kejelasan hukum mengenai status Prabowo bersalah atau tidak bersalah. Untuk lebih jelasnya, saya pernah menulis disini: Rangkaian Penculikan dan Keterlibatan Prabowo .

Lalu apakah memintanya untuk segera menyelesaikan kasus ini di pengadilan tidak jauh lebih penting? Ada 9 keluarga korban yang selama 16 tahun menanti kejelasan dimana orang tercinta mereka, Mbak. 16 tahun dan belum ada keadilan. Kata seorang ibu korban yang masih hilang, "separuh usiaku untuk membesarkan anakku. Separuh jiwaku terus sepi menunggu dia kembali..."

Tidak seperti Jokowi yang bisa digantikan Ahok dalam memimpin Jakarta, penyelesaian kasus penculikan 1998 hanya bisa dimulai dari kesaksian Prabowo. Tak ada yang bisa menyelesaikan kasus ini tanpa Prabowo ke pengadilan dan membuka semua kebenaran. Termasuk menyeret semua jendral yang terlibat.

Lagipula, menurut surat rekomendasi DKP pun Prabowo direkomendasikan untuk diberhentikan dari dinas keprajuritan karena melanggar Sapta Marga dan sumpah prajurit. Salah satu sumpah prajurit adalah tidak membantah perintah atasan dan salah satu isi Sapta Marga adalah membela kejujuran, kebenaran, maupun keadilan. Prabowo melanggar sumpah prajuritnya dengan melakukan tindakan yang tidak sesuai komando atasannya. Prabowo pun melanggar Sapta Marga-nya karena tidak bersedia memberi kesaksian saat dipanggil Komnas HAM terkait kasus penculikan 1998. Walaupun kesaksiaan Prabowo penting untuk memberikan keadilan kepada korban dan keluarga korban.

Mbak Tasniem, justru inilah yang disebut melanggar sumpah jabatan. Apa yang diucap Prabowo, tidak sesuai dengan apa yang dilakukannya. Lalu mengapa Mbak Tasniem lebih menggelisahkan Jakarta dan Jokowi yang ternyata tidak melanggar ucapan sumpahnya, daripada menggelisahkan nasib kakak-kakak kita yang diculik, disiksa, dibunuh, dihilangkan, dan Prabowo yang jelas melanggar ucapan sumpahnya?

Ditakut vs Disegani

Mbak Tasniem yang cantik, ingat tidak kita pernah mengidolai The Moffatts? Sampai rela berdesak-desakan untuk menonton mereka dan mengambil gambar mereka. The Moffatts adalah band asing asal Kanada. Namun apakah kita takut kepada mereka? Kita menyukai dan mengaggumi mereka, bukan takut pada mereka. Itulah yang penting dalam menjalin hubungan antar bangsa. Saling menghormati dan dihormati. Bukan saling menakuti dan ditakuti.

Menurut Mbak Tasniem founding father kita pernah berpesan untuk memiliki pemimpin yang ditakuti, dibenci, dan dicaci maki asing karena pemimpin yang seperti itulah yang akan membela kepentingan bangsa. Tapi saya rasa ini tidak tepat untuk di jaman yang lebih ramah seperti sekarang. Saya katakan ramah karena di jaman sekarang ini, segala permasalah antar negara tidak lagi diselesaikan dengan perang. Tetapi sebisa mungkin kita selesaikan dengan menggunakan cara damai kekeluargaan yaitu jalur diplomasi.

Maka untuk apa memiliki pemimpin yang ditakuti bangsa lain? Kita tidak sedang berperang. Kita sedang menjalin hubungan baik saling menguntungkan antar bangsa. Memiliki pemimpin yang ditakuti tidak akan memberi dampak yang positif bagi bangsa ini. Contohnya Korea Utara. Amerika Serikat bahkan PBB pun tak dapat ikut campur dengan apa yang sudah Kim Jong Un perbuat dengan keji kepada rakyatnya. Karena mereka takut. Lalu apakah ketakutan AS pada Kim Jong Un itu berdampak baik bagi rakyat Korea Utara? Justru tidak. Jika kita kaget dan iba menonton film jaman dahulu yang rajanya menyiksa rakyat dan memperlakukan rakyat dengan tidak adil, maka jangan kaget pula jika itu masih terjadi di Korea Utara. Hingga detik ini.

Sehingga bagi saya Mbak Tasniem, kita tidak lagi membutuhkan pemimpin yang ditakuti, namun disegani bangsa asing. Karena di jaman kita sekarang, kita tidak lagi sedang berperang, namun kita sedang bekerja sama yang saling menguntungkan. Saya mohon Mbak Tasniem, jangan lagi memandang bangsa asing sebagai musuh. Karena itu akan menghacurkan kita sendiri. Pandanglah bangsa asing sebagai teman baik untuk bekerja sama dan berkompetisi. Untuk memiliki teman baik seperti itu, maka kita harus ramah namun disegani, bukan ditakuti.

Saya percaya, bahwa Jokowi tidak akan sempurna nantinya. Namun saya pun percaya, dia bukan jenis pemimpin yang represif atau yang memaksakan perintahnya kepada rakyat. Sehingga nantinya, jika Mbak Tasniem merasa Jokowi tidak bisa membela kepentingan bangsa di atas kepentingan asing, kita bisa dengan lantang tanpa rasa takut untuk mengkritisinya.

Jokowi dan Bangsa Asing


Tentu saja sosok Jokowi sudah menjadi sosok yang disegani bangsa asing. Ia berulang kali disorot media asing dengan positif. Salah satunya, seperti yang Mbak Tasniem sebutkan, Jokowi masuk dalam majalah Fortune. Tidak tanggung-tanggung ia dinobatkan sebagai salah satu dari 50 pemimpin terbaik di dunia. Ia disandingkan dengan para pemimpin hebat lainnya seperti Dalai Lama, Bill Clinton, Pope Francis, dan Aung San Suu Kyi. Mengutip majalah Fortune sebelum memperkenalkan 50 pemimpin hebat versi mereka,

In era that feels starved for leadership, we've found men and women who will inspire you - some famous, others little known, all of them energizing their followers and making the world better.

Membaca kutipan itu dan mengetahui bahwa ada orang Indonesia termasuk yang disebut di dalam kutipan itu, maka seharusnya Mbak Tasniem bangga, bukan khawatir. Bahwa ada calon pemimpin kita yang disegani bangsa asing sedemikian rupa. Sehingga akan membantu kita berhubungan baik saling menguntungkan dengan mereka.

Jokowi Mampu

Mbak Tasniem yang manis, sebenarnya apa yang Mbak tanyakan kepada Jokowi mengenai kemampuannya memimpin 250 juta jiwa Indonesia seharusnya ditanyakan juga kepada Prabowo. Apakah Prabowo mampu? Namun baik Jokowi maupun Prabowo tidak perlu menjawab. Hanya rekam jejak mereka yang bisa menjawab dengan jujur, apakah mereka mampu atau tidak memimpin bangsa ini?

Rekam jejak Jokowi mengatakan ia mampu. Ia telah memimpin Kota Solo dengan baik. Kalo tidak baik, mengapa rakyat Solo menyanjung dan menghormatinya hingga sekarang? Bahkan mendukungnya untuk menjadi presiden? Kalo tidak baik, mengapa sejak dahulu kita sudah mendengar nama Jokowi walaupun ia hanya seorang walikota? Saya ingat betul saya mendengar nama besar Jokowi pada tahun 2011, di acara Provocative Proactive yang dipandu teman baik saya Pandji Pragiwaksono. Acara ini adalah sebuah acara remaja yang membahas politik. Di kesempatan itu Mas Pandji menyebut Jokowi sebagai seorang walikota yang hebat. Beberapa bulan kemudian banyak sekali berita baik mengenai kinerjanya. Karena itu masyarakat memohon kepada PDIP untuk mencalonkan Jokowi agar memimpin ibukota Indonesia, Jakarta. Ia pun berangkat ke Jakarta dan terpilih. Tidak sampai disitu, ia pun melakukan berbagai perubahan berarti, seperti pembangunan MRT, penertiban Tanah Abang, penertiban topeng monyet, dsb. Kemudian masyarakat memohon kepada Megawati dan PDIP untuk mencalonkan Jokowi sebagai presiden. Termasuk saya. Termasuk keluarga saya. Termasuk teman-teman saya. Banyak. Ia mencalonkan diri sebagai presiden bukan karena paksaan Megawati, namun karena paksaan saya dan jutaan rakyat lainnya.

Sementara rekam jejak Prabowo belum menunjukkan ia mampu memimpin 250 juta jiwa Indonesia. Ia adalah mantan seorang pemimpin prajurit militer. Mbak Tasniem, prajurit militer itu berbeda dengan rakyat sipil. Dimana prajurit harus menuruti semua komando pemimpinnya, tanpa boleh protes. Berbeda dengan rakyat sipil yang justru idealnya terus mengkritisi pemerintah jika dirasa kebijakannya tidak baik. Bahkan sebagai prajurit pun Prabowo pernah diberhentikan dari ABRI 11 tahun sebelum masa pensiunnya. Disini letak perbedaannya. Jokowi sudah teruji dan dipuji saat memimpin rakyat sipil di 2 wilayah Indonesia, sementara Prabowo belum teruji dan bahkan pernah diberhentikan dari militer.

Maka dari itu Mbak Tasniem, bertanyalah pada hati yang terdalam, apakah seseorang bisa kita percaya akan menjadi pemimpin yang baik jika belum teruji dan pernah diberhentikan? Menurut rekam jejak kedua calon, siapakah yang lebih siap dan mampu memimpin 250 juta jiwa Indonesia yang mayoritas sipil itu?

Blusukan Jokowi

Saya tahu Mbak Tasniem dari keluarga muslim yang dihormati. Saya pun yakin Mbak Tasniem adalah seorang muslimah yang baik. Karena muslimah yang baik adalah mereka yang selalu berprasangka baik. Maka mari kita berprasangka baik pada blusukan Jokowi.

Blusukan Jokowi tidak begitu saja langsung diketahui media lalu disorot. Ada prosesnya. Darimana media tau Jokowi blusukan jika sebelumnya Jokowi tidak blusukan di berbagai tempat? Blusukan Jokowi dilakukannya jauh sebelum media tahu, lalu kemudian menjadi pembahasan masyarakat, lalu kemudian media tertarik dan meliput.

Namun untuk menjawab keraguan Mbak Tasniem mengenai keikhlasan Jokowi dalam blusukan dan kesederhanaannya, mungkin Mbak Tasniem perlu mengetahui cerita kesaksian dari 3 anak bangsa ini. Namanya Maya Eliza, Vicky Nidya Putri, dan Fandy.


Karena kagum, baik Maya, Vicky, maupun Fandy membagikan cerita dan fotonya ke Facebook. Pengalaman mereka ini menjadi viral dibagikan oleh anak bangsa lainnya. Ini bukan cerita dari media. Ini cerita dari anak bangsa seperti kita, Mbak Tasniem.

Dana dan Kebocoran

Menanggapi pertanyaan Mbak tentang asal dana untuk program Jokowi akan sulit. Karena itu memang hanya bisa ditanggapi oleh Jokowi dan timnya sendiri. Namun kemudian Mbak Tasniem menyebutkan kebocoran kekayaan alam Indonesia yang dijelaskan Prabowo di dalam debat capres kedua.

Mbak Tasniem yang cerdas, bukankah kebocoran yang disebut Prabowo itu penuh perdebatan? Jika Prabowo mengaku mendapatkan data kebocoran itu dari Abraham Samad, maka sebenarnya maksud Abraham Samad yang bocor itu bukan dana yang sudah ada, bukan pula alam Indonesia. Maksud Abraham Samad mengenai kebocoran adalah hilangnya potensi pendapatan negara. Potensi ini hilang bukan karena dicuri, namun karena banyak pengusaha yang tidak membayar pajak atau banyaknya produk impor yang masuk.

Jika menurut Mbak Tasniem dana program Prabowo berasal dari kebocoran itu, maka ini berarti pihak Prabowo menggantungkan dana program mereka dari sesuatu yang masih bersifat potensi. Potensi yang masih mungkin berhasil didapatkan, tetapi mungkin juga tidak berhasil didapatkan. Kemungkinan potensi ini berhasil didapatkan negara adalah melalui perbaikan peraturan pajak atau ketegasan pemerintah dalam menarik pajak kepada pengusaha. Lain lagi dalam impor, potensi baru bisa berhasil didapatkan jika pemerintah mampu melindungi produk dalam negri dari impor.

Tentu saja untuk menuju keberhasilan, kedua cara ini prosesnya bersifat lama. Jika demikian, sambil menunggu proses mendapatkan dana dari potensi itu, dari mana dana untuk program-program Prabowo? Bahkan potensi dana belum tentu berhasil didapatkan. Jika tidak berhasil didapatkan kemudian pertanyaannya, dari mana dana untuk program-program Prabowo?

Bertanya Pada Hati Nurani

Sejujurnya saya kecewa dengan isi surat Mbak Tasniem. Surat Mbak Tasniem menggelisahkan untuk bangsa ini. Karena Mbak Tasniem seakan lebih mengkhawatirkan Jakarta dipimpin Ahok daripada mengkhawatirkan 13 anak bangsa yang masih hilang di bawah komando Prabowo. Seakan sumpah jabatan Jokowi itu lebih berdosa daripada Prabowo melanggar sumpah prajuritnya. Seakan blusukan Jokowi itu perlu dicurigai daripada mencurigai koalisi gemuk dan koruptor pengemplang pajak di belakang Prabowo. Seakan jaman sekarang lebih butuh pemimpin yang ditakuti karena pernah melanggar HAM daripada pemimpin yang disegani dan dipuji bangsa lain. Seakan lebih tepat meremehkan kemampuan Jokowi yang terbukti sudah mampu memimpin 2 wilayah di Indonesia daripada meremehkan Prabowo yang belum pernah memimpin sipil dan jelas diberhentikan atasannya. Seakan lebih baik memaklumi masa lalu kelam Prabowo dan orang-orang lama bermasalah di belakangnya daripada memaklumi masa lalu Jokowi yang terbukti baik.

Kita tidak sedang bertaruh seperti suporter sepak bola dengan taruhan uang pribadi. Kita sedang menentukan masa depan bangsa, yang taruhannya anak-cucu kita nanti. Memang betul kita harus selalu bertanya pada hati nurani yang paling dalam untuk keputusan kita memilih pemimpin nanti. Maka Mbak Tasniem, mohon tanyakan pada diri sendiri, apakah benar Mbak Tasniem menulis surat itu dengan hati yang paling dalam?

Surat tulus dari mantan adik kelasmu yang dulu mengaggumimu,

Jakarta, 30 Juni 2014,

Dian Paramita

PS: Surat ini tak perlu dibalas.
Surat terbuka ini dikutip dari blog Dian Paramita .

Harta Kekayaan Calon Presiden 2014

Laporan Harta Kekayaan Prabowo-Hatta
No Urut 1: Capres Prabowo Subianto dan CaWapres Hatta Rajasa 2014

Laporan Harta Kekayaan Prabowo-Hatta
Jakarta (Antara)-Berikut adalah laporan harta kekayaan calon presiden A.Prabowo Subianto:
1. Harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan sebanyak empat bidang senilai Rp105.892.190.000
2. Alat Transportasi sebanyak delapan unit senilai Rp1.432.500.000
3. Usaha sebanyak tiga jenis senilai Rp12.196.000.000
4. Barang-barang seni dan antik senilai Rp3.000.500.000
5. Harta bergerak lainnya sebanyak 127 buah senilai Rp1.221.727.000
6. Surat berharga berupa kepemilikan saham 26 perusahaan senilai Rp1.526.182.000.011
7. Utang senilai Rp28.993.970
Total nilai harta kekayaan Prabowo Subianto adalah
Rp1.670.392.580.402 dan 7.503.134 dolar AS.

Sedangkan laporan harta kekayaan calon wakil presiden 
B.Hatta Rajasa:
1.Harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan sebanyak 14 bidang senilai Rp21.744.232.500
2.Logam Mulia sebanyak 29 buah senilai Rp95.000.000
3.Batu Mulia sebanyak 17 buah senilai Rp1.650.000.000
4.Barang-barang seni dan antik sebanyak 38 buah senilai Rp2.050.000.000
5.Harta bergerak lainnya sebanyak 10 buah dan tiga set senilai Rp380.000.000
6.Surat Berharga sebanyak dua unit senilai Rp4.115.729.712
7.Uang tunai, deposito, tabungan, giro dan setara kas sebanyak sembilan rekening senilai Rp357.859.412 dan dua rekening senilai 75.092 dolar AS
8. Utang sebanyak dua rekening senilai Rp157.901.040
Total nilai harta kekayaan Hatta Rajasa adalah Rp30.234.920.584 dan 75.092 dolar AS.(ma)

Laporan Harta Kekayaan Jokowi-Kalla
No Urut 2: CaPres Presiden Joko Widodo dan CaWapres Jusuf Kalla 2014

Jakarta (Antara) - Berikut adalah laporan harta kekayaan calon presiden 
Joko Widodo:
1. Harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan sebanyak 24 bidang senilai Rp29.453.455.000
2. Alat Transportasi sebanyak 12 unit senilai Rp954.500.000
3. Usaha senilai Rp572.440.076
4. Logam Mulia sebanyak 16 buah senilai Rp27.200.000
5. Batu Mulia sebanyak empat buah senilai Rp15.000.000
6. Harta bergerak lainnya sebanyak 83 unit senilai Rp319.150.000
7. Uang tunai, deposito, tabungan, giro dan setara kas lainnya sebanyak 16 rekening senilai Rp488.140.718 dan tiga rekening senilai 27.633 dolar AS
8. Utang senilai Rp1.936.939.782
Total nilai harta kekayaan Joko Widodo adalah Rp29.892.946.012 dan 27.633 dolar AS.

Sedangkan laporan harta kekayaan calon wakil presiden 
Jusuf Kalla:
1.Harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan sebanyak 51 bidang senilai Rp121.817.192.000
2.Alat transportasi berupa empat unit senilai Rp525.000.000
3.Unit Usaha senilai Rp1.000.000.000
4.Logam Mulia sebanyak 29 buah senilai Rp300.000.000
5.Batu Mulia sebanyak 17 buah senilai Rp100.000.000
7.Harta bergerak lainnya sebanyak 51 set senilai Rp138.700.000
8.Surat Berharga sebanyak 13 perusahaan senilai Rp334.803.839.290 dan dua perusahaan senilai 357.751 dolar AS
9.Uang tunai, deposito, tabungan, giro dan setara kas sebanyak 19 rekening senilai Rp6.945.423.767 dan dua rekening senilai 700.813 dolar AS
10.Utang sebanyak lima rekening senilai Rp19.660.000
Total nilai harta kekayaan Jusuf Kalla adalah Rp465.610.495.057 dan 1.058.564 dolar AS.(ma)